Asi dan Kecerdasan Anak

ASI DAN KECERDASAN ANAK

Dr. Kuspriyadi

 

PENDAHULUAN

Kalau ditanya ke seluruh orang tua yang masih waras di dunia ini, “Apakah anda ingin punya anak yang cerdas?”, pasti jawaban mereka, “Ya, kami ingin anak-anak yang cerdas.” Tapi kalau ditanya, “Apakah ibu-ibu dan bapak-bapak mendukung pemberian ASI Eksklusif?”, jawabannya belum tentu mendukung. Padahal antara ASI dan kecerdasan anak, sangat jelas korelasinya.

Kecerdasan seorang anak, dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Dan menurut para ahli, faktor genetik hanya menyumbang 48% dalam membentuk IQ anak, dan sisanya adalah faktor lingkungan. Dengan begitu, kita tidak perlu berkecil hati, khawatir, atau takut anak kita akan mempunyai IQ yang rendah.

Janganlah terkungkung dengan faktor genetik yang tidak menguntungkan. Mulai sekarang, optimislah bahwa dengan rencana yang baik, anak-anak kita akan lebih baik dari kita sendiri.

Untuk mendapatkan anak cerdas gampang sekali. Cuma dengan memberi makanan sehat, perawatan baik, dan lingkungan psikologis yang mendukung sejak dalam kandung hingga usia lima tahun, besar kemungkinan harapan kita akan tercapai.

Dan salah satu cara termudah untuk mendapatkan makanan sehat, perawatan baik dan lingkungan psikologi yang mendukung, adalah dengan memberikan ASI. Mengapa?

Untuk mengetahuinya, pada  kesempatan ini semoga kita dapat membahas tuntas permasalahan ini.

 

KEUNGGULAN ASI DAN MANFAAT MENYUSUI

(Sumber: Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI,2001Air Susu Ibu)

Keunggulan dan manfaat menyusui, dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu aspek gizi, imunologik, psikologi, kecerdasan, neurologis, ekonomi dan penundaan kehamilan.

Aspek Gizi

Kolostrum

  • Merupakan ASI yang pertama kali keluar, setelah bayi lahir.
  • Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
  • Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
  • Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
  • Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Komposisi ASI

  • ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
  • ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
  • Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65 : 35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey : Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Taurin, DHA dan AA pada ASI

  • Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
  • Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak dan mata yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).
  • Kekurangan DHA dan ARA berkorelasi dengan berat badan rendah, lingkar kepala yang kecil, dan ukuran plasenta yang kecil. Akibatnya perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya pun turut terpengaruh. (Brithis Medical Journal, tahun 2001.)

 

Aspek Imunologik

  • ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
  • Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
  • Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
  • Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
  • Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.
  • Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

 

Aspek Psikologik

  • Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
  • Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
  • Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

 

Aspek Kecerdasan

Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.

Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

 

Aspek Neurologis

Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

 

Aspek Ekonomis

Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.

 

Aspek Penundaan Kehamilan

Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).

 

ASI EKSKLUSIF

Anak sapi minum susu sapi, kalo anak manusia, ya minum ASI!

Di saat sebagian masyarakat meremehkan manfaat ASI dan mengagung-agungkan susu formula, ungkapan sindirin ini cocok sekali. Apalagi dengan serangan iklan susu formula yang menggila, mungkin sekedar menggugah hati, untuk kembali kepada ASI.

Setelah mengungkapkan keunggulan ASI dan menyusui, perlu kiranya dibahas tentang bagaimana memberikan ASI yang optimal bagi anak.

ASI merupakan nutrisi terbaik dalam kualitas dan kuantitas pada saat masa lompatan pertumbuhan otak yang terjadi dari 0 sampai 6 bulan. Pemberian secara eksklusif (ASI saja) selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan, dan perkembangannya. ASI memberi semua energi dan gizi (nutrisi) yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit yang umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru, serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran.

Penelitian tentang ASI sudah dimulai sejak lama. Mulai dari Douglas di tahun 1950, yang menemukan kenyataan bahwa anak yang memperoleh ASI, mempunyai kemampuan berjalan lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak minum ASI. Dan penelitian oleh Lucas  di tahun 1996 dan Riva di tahun 1998, menemukan bahwa nilai IQ anak yang mendapatkan ASI, lebih tinggi beberapa poin dari pada yang tidak mendapat ASI. Richards dkk di Inggris juga menemukan bahwa anak-anak yang diberi ASI secara bermakna menunjukkan hasil pendidikan yang lebih tinggi.

Kemudian di tahun 1998, Horwood & Fergusson melakukan penelitian terhadap 1000 anak usia 13 tahun di Selandia Baru. Mereka ingin melihat riwayat pemberian ASI anak-anak ini terhadap beberapa parameter yang ingin diketahui. Dari penelitian itu, tampak adanya kecenderungan peningkatan IQ terhadap lamanya pemberian ASI. Selain itu juga terjadi peningkatan pada  hasil tes kecerdasan standar, peningkatan rangking di sekolah dan peningkatan angka di sekolah.

Jadi, mengapa kita tidak memberikan ASI pada anak kita?

Selain manfaat ASI itu sendiri, proses menyusuinya juga sangatlah penting. Karena menyusui, tidak hanya sekedar memberi makan tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psikososial. Mengapa? Karena di saat itu terjadi stimulasi pada anak dengan cara kontak mata, diajak bicara, dipeluk, dan dielus-elus oleh sang ibu. Hal ini merupakan stimulasi untuk meningkatkan kecerdasan emosionalnya. Seperti yang kita ketahui, saat ini ukuran kecerdasan tidak hanya IQ (intelegensia), tapi juga EQ (kecerdasan emosional).

 

JADILAH PROMOTOR ASI

Yang dimaksud dengan promotor ASI adalah orang yang mempromosikan manfaat atau keunggulan ASI bagi anak. Mengapa perlu? Alasannya adalah hal-hal di bawah ini.

  1. Sudah terbukti secara ilmiah, bahwa ASI merupakan hal yang mendasar bagi kesehatan dan perkembangan bayi.
  2. ASI eksklusif akan menghasilkan bayi yang lebih sehat dan lebih cerdas.
  3. Pemberian ASI akan menjalin kasih sayang ibu dan bayi sehingga mencapai perkembangan optimal.
  4. Lebih dari 90% ibu yang melahirkan di Indonesia menyusui bayinya, tetapi masih sangat sedikit yang menyusui bayinya secara eksklusif selama 6 bulan.
  5. Banyak ibu yang memberi bayinya susu formula atau makanan tambahan beberapa minggu setelah melahirkan.
  1. Sebagian besar kasus gizi buruk di Indonesia diderita oleh bayi berumur 6 bulan keatas, akibat pemberian ASI dan MP-ASI yang tidak tepat.
  2. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk promosi ASI.
  3. Peranan petugas kesehatan dalam mempromosikan ASI masih belum efektif.
  4. Hak bayi untuk mendapatkan ASI dari ibunya harus segera dikembalikan.
  5. Sudah saatnya kita membantu ibu-ibu yang mengalami kesukaran dalam menyusui dan memberikan dukungan untuk memberikan dan meningkatkan ASI.


 

PENUTUP

Sebagai penutup, perlu diingatkan kembali bahwa ASI lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi  0 – 6 bulan, sehingga kita tidak butuh makanan lain bagi bayi umur 0 – 6 bulan kita. Banyak keuntungan yang kita peroleh, dengan memberikan ASI pada anak kita.

Kita punya kewajiban untuk menolong ibu-ibu lain yang belum sadar akan manfaat ASI, dengan mengingatkannya untuk memberikan ASI pada bayi mereka.

Jangan tunda lagi pemberian ASI, jika kita ingin anak kita sehat dan cerdas.

Selamat berjuang.

HIDUP SEHAT CARA RASULULLAH

HIDUP SEHAT CARA RASULULLAH

Oleh : Dr. Kuspriyadi

 

PENDAHULUAN

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmatnya kepada kita, terutama nikmat iman, nikmat sehat. Salam dan salawat kita tujukan pada junjungan kita, tauladan kita, nabi besar Muhammad SAW, yang telah menyebarkan risalah ini, yang karenanya beliau harus berhadapan dengan kaum kufar, yang tidak segan-segan mengintimidasi dan memerangi beliau.

Islam merupakan agama universal yang di dalamnya memuat berbagai macam aturan atau petunjuk bagi kehidupan manusia. Dalam Islam, tidak ada pemisahan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Bagi Islam seluruh aspek kehidupan kita adalah ibadah, yang tujuannya adalah selamat di dunia dan di akherat. Kita ingin mendapatkan keduanya, bukan salah satunya.

Dan untuk mengikuti aturan-aturan itu kita punya figur atau tauladan yang tidak pernah jadi kuno, yaitu Rasulullah SAW. Beliau adalah tauladan kita sebagaimana dalam Al Qur an disebutkan, yang artinya : “Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik bagimu …” (Al Ahzab:21). Begitupun dengan kesehatan, yang menjadi tema pembicaraan kali ini, ada banyak contoh-contoh yang rasul berikan kepada kita tentang kesehatan.

Seperti kita ketahui kesehatan merupakan nikmat yang sangat berharga pemberian Allah SWT kepada hamba-hamban Nya. Dan sayangnya nikmat yang satu ini banyak dilupakan oleh kebanyakan manusia, seperti ungkapan Rasulullah yang di riwayatkan oleh Bukhari, yang artinya, “Dua nikmat, banyak diantara orang yang tidak menghargainya, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang.” Mudah-mudahan kita tidak termasuk didalamnya, atau setidak-tidaknya kita mulai bersyukur tentang nikmat sehat ini, dengan selalu menjaga kesehatan kita, dan memanfaatkan waktu sehat kita untuk beribadah pada Allah SWT.

Dalam kedokteran modern ada beberapa langkah dalam menghadapi suatu masalah kedokteran atau kesehatan, yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Promotif, bisa diartikan sebagai penyebaran informasi tentang suatu kasus kesehatan. Preventif, berarti pencegahan, dan harapannya adalah penyakit tidak sampai muncul atau menjangkiti tubuh. Kuratif, berarti pengobatan, usaha ini dilakukan jika ternyata penyakit tersebut sudah terlanjur menghinggapi tubuh. Sedangkan rehabilitatif, merupakan usaha mengurangi efek samping cacat tubuh akibat dari penyakit yang diderita, bila sudah sembuh dari serangan penyakit tersebut.

 

PROMOTIF

Penyebaran informasi tentang kesehatan tidak hanya dilakukan pada jaman sekarang. Bahkan lebih dari 14 abad yang lalu Rasulullah sudah memberikan tauladan pada kita, bagaimana mempertahankan kesehatan kita. Dan mengapa kita harus mengikuti beliau? Karena beliau adalah tauladan kita sebagai firman Allah pada Surat Al Ahzab, ayat 21 yang artinya, “Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik bagimu …”

Ada beberapa ayat lain yang mendukung yaitu,

  • Surat Al Anbiya, ayat 107, yang artinya, “Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”
  • Surat Al Qalam, ayat 4, yang artinya, “Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
  • Surat Al Hasyr, ayat 7, yang artinya“ … Apa-apa yang diberikan Rasulullah kepadamu, terimalah. Dan apa yang dilarangnya, tinggalkanlah …”

Dan kita pun tidak akan ragu jika mendengar kata-kata rasulullah, karena sama sekali tidak ada pertentangan dengan ilmu kedokteran modern, misalkan saja hadits tentang karantina, yang artinya, “Janganlah dicampurkan yang sakit dengan yang sehat.” (HR Bukhari Muslim) dan “Bila kamu mendengar wabah di suatu tempat, janganlah masuk ke sana. Dan bila wabah itu (berjangkit), sedangkan kamu di sana, janganlah keluar dari situ melarikan diri.” (HR Bukhari Muslim)

Kita sangat memahami, bila ketentuan-ketentuan itu dilanggar, maka sangat mungkin penyebaran penyakit di dunia ini sangat-sangat tidak terkencali, dan akan membinasakan banyak orang. Dengan menjadikannya aturan tersebut menjadi suatu perintah agama, maka akan banyak orang yang memeluk dan mengerti tentang agama Islam ini, akan melaksanakan prinsip-prinsip karantina ini, tanpa paksaan.

Ada banyak tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan Rasulullah yang sebenarnya merupakan perintah agama sekaligus promosi kesehatan.

 

PREVENTIF

Rasulullah pernah mempunyai seorang dokter pribadi, tapi sayang dokter ini tidak betah tinggal bersama lingkungan orang mu’min ini. Mengapa? Bukan karena perlakuan buruk terhadapnya, tapi disebabkan oleh karena ilmu kedokteran yang didalaminya tidak pernah termanfaatkan oleh Rasul dan para sahabatnya, dikarenakan mereka hampir tidak pernah sakit. Apa rahasianya? Rosulullah memberikan resep sehatnya kepada kita semua, yaitu “Makan setelah lapar, dan berhenti sebelum kenyang, dikarenakan perut adalah sumber segala penyakit.”

Selain dengan mengatur cara makan beliau juga memilih makanannya  dengan yang halal dan baik. Sudah menjadi kebiasaan beliau untuk minum susu, madu. dan berolah raga untuk menjaga kebugaran. Dan banyak riwayat yang menceritakan bagaimana Rosulullah berlatih gulat dan balap lari. Rosul bersabda, “Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih disayangi Allah daripada mu’min yang lemah.”

Dan yang harus kita ingat juga, bahwa Islam sangat memperhatikan masalah kebersihan diri, sebagaimana sabda beliau dalam hadits riwayat Bukhori Muslim yang artinya,  “Seandainya tidak menyulitkan ummatku, niscaya aku suruh mereka menyikat gigi setiap mau shalat.” Dan hadits lain yang artinya, “Bersihkanlah tubuh ini, niscaya Allah akan membersihkanmu pula.”

Selain merawat diri, beliau juga melakukan pencegahan penyakit dengan menjaga kebersihan lingkungannya, sebagaimana sabda beliau, “Allah swt sesungguhnya baik, dan mencintai kebaikan. Bersih dan mencintai kebersihan. Mulia dan mencintai kemuliaan. Pemurah mencintai kemurahan. Oleh karena itu bersihkanlah pekaranganmu, dan janganlah menyerupai orang Yahudi.” (HR Tarmizi, Hadist Hasan)

Dan jika lebih dari 100 juta ummat Muslim di Indonesia memahami hadits-hadits ini dan kemudian takut pada hukum Allah, yang pedih, maka mereka akan hidup sangat bersih, dan Indonesia tidak akan mempunyai masalah dengan sampah. Tapi coba sekarang kita lihat, bagaimana orang dengan seenaknya membuang sampah di jalan, tanpa merasa bersalah atau risih sedikitpun.

 

KURATIF DAN REHABILITATIF

Walau jarang sakit, kaum mu’min pada masa rasulullah pernah juga sakit. Dan seperti halnya kita sekarang, mereka pun berobat. Bahkan rosulullah menekankan untuk mengobati penyakit yang diderita. Ada beberapa hadits yang mendukung hal ini, dan ada kesan tidak ada keputus asaan dalam usaha pengobatannya tersebut.

Rosulullah SAW pernah bersabda :

“Berobatlah, wahai para hamba Allah! Allah sesungguhnya tidak menciptakan penyakit melainkan Ia menciptakan pula obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu tua.” (HR Ahmad)

“Sesungguhnya Allah  ‘azza wa jalla tidak menurunkan penyakit melainkan Ia turunkan pula obatnya; diketahui oleh yang tahu dan tidak diketahui oleh yang tidak tahu.” (HR Ahmad dan Ath-Thabarani)

Kita melihat sendiri, bahwa banyak penyakit yang dulu merupakan momok karena tidak ada obatnya atau pencegannya, sekarang sudah dapat dieliminir, misalnya cacar. Anak-anak kita sekarang tidak lagi punya kewajiban untuk imunisasi cacar lagi, karena sudah kita anggap cacar sudah musnah. Tetanus, juga makin hari makin turun kejadiannya, karena adanya imunisasi tetanus. Dan banyak contoh lainnya. Intinya kita tidak boleh putus asa dalam mencari obat dari suatu penyakit. Kita mesti yakin bahwa obatnya pasti ada, tapi belum kita temukan.

Sedangkan cacat tubuh, akibat amputasi yang terpaksa harus dilakukan, dan tidak mungkin dapat tumbuh lagi, maka usaha kita adalah merehabilitasi dengan cara membuat kaki atau tangan palsu, yang pada saat sekarang ini, bukan menjadi barang aneh lagi.

 

SIMPULAN

Barangkali sementara orang ada yang bertanya, “Dalam hal kesehatan, apa keistimewaan Islam? Sekarang, semua fakta ilmiah seperti ini dalam memelihara kesehatan sudah diajarkan dan dipelajari oleh kebanyakan orang.”

Islam datang bukan untuk mengajarkan kepada manusia ilmu medis, atau berbagai ilmu duniawi yang lain, tetapi kedatangan Islam yang dibawa oleh Muhammad SAW adalah sebagai petunjuk, pembawa kabar gembira sejak 14 abad yang lalu. Dan semenjak itu pula Islam telah mengajarkan kepada pengikutnya masalah kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Bila seorang mu’min memahami dengan penuh keimanan dan melaksanakannya untuk mendekatkandiri kepada Allah, maka mengikuti berbagai pengarahan tersebut merupakan keharusan dan melaksanakannya merupakan ibadat. Dengan demikian , masyarakat Islam semestinya tidak lagi memerlukan polisi, pusat kesehatan, berbagai perintah dan larangan keras, dan hukuman materi atau fisik yang mengancam seseorang agar ia melaksanakan berbagai petunjuk kesehatan yang diprogramkan pemerintah demi memelihara kesehatan individu dan masyarakat.

 

PENUTUP

Dan akhirnya sebagai penutup, harapan kita bahwa tulisan ini bukan hanya untuk dibaca dan kemudian dilupakan, tapi untuk dicoba melaksanakannya. Apalah artinya sebuah resep dokter yang hanya dibaca oleh pasiennya dan tidak pernah ditebus apalagi diminum obatnya. Dan pembahasan tentang kesehatan kali ini, merupakan stimulan atau rangsangan bagi kita ummat muslim, untuk mempelajari Islam lebih mendalam lagi. Karena bahasan tentang kesehatan hanya sebagian kecil saja dari Islam. Ada banyak hal lain lagi yang akan dapat kita rasakan manfaatnya, bila kita mempelajari dan melaksanakannya.

Allah tidak akan merubah nasib suatu bangsa kecuali bangsa itu sendiri yang merubah nasib mereka. Menggapai kebahagiaan duniawi seolah-olah ia akan hidup buat selama-lamanya, dan kebahagian ukhrowi seolah-olah ia akan mati besok.

Semoga bahasan kita kali ini dapat menambah wawasan kita, sehingga pengetahuan keislaman kita bertambah, dengan begitu kita punya sikap yang positif tentang Islam dan akhirnya kita mempunyai perilaku yang mendukung Islam.

Wallahu ‘alam

KANKER YANG MENGHANTUI WANITA

KANKER YANG MENGHANTUI WANITA

Dr. Kuspriyadi

PENDAHULUAN

Kanker adalah penyakit yang disebabkan berubahnya sifat sel, sehingga terjadi pembelahan sel yang tidak terkontrol dan berbeda dengan sel induknya, dengan  penyebab yang sangat bervariasi dan kompleks. Dan beberapa penyebab kanker yang diketahui, termasuk tembakau, faktor diet, infeksi, radiasi, kegemukan, kurangnya aktifitas fisik dan polusi lingkungan. Dan kelainan gen yang sudah ada akan mempercepat terjadinya mutasi kanker. Sekitar 5 – 10% penderita kanker, sudah memiliki kelainan genetik.

Kanker di Indonesia menduduki posisi ke 5 sebagai penyebab kematian pada wanita di Indonesia. Dari semua kasus kanker pada wanita Indonesia, sebanyak 40 % merupakan kasus kanker kandungan. Dan  kasus kanker terbanyak yang diderita wanita Indonesia adalah kanker serviks yang diikuti dengan payudara dan ovarium.

Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Tiap hari dari 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks, 20 wanita diantaranya meninggal karena kanker serviks.

Sementara kanker payudara, merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks. Penderita kanker payudara di Indonesia pada tahun 2004 sebanyak 5.207 kasus, kemudian meningkat menjadi 7.850 kasus pada tahun 2205, dan meningkat menjadi 8.328 kasus dan pada tahun 2007.

Namun, jika dibandingkan dengan penyakit non-kanker yang mengakibatkan kematian, kanker ternyata menempati posisi ke-tujuh. Data menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 tersebut menempatkan Stroke, TBC, Hipertensi, Cedera, Perinatal dan Diabetes Melitus di atas jumlah kematian akibat kanker.

TIGA KANKER TERSERING PADA WANITA

Berikut ini dipaparkan secara singkat mengenai kanker yang paling sering menyerang wanita di Indonesia.

Kanker Leher Rahim (Ca Cercix)

Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia. Di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa gejala. Penyebab utama kanker leher rahim adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV).

Gejala Klinis

Pada stadium awal, biasanya tidak bergejala. Bila stadium bertambah, akan muncul pendarahan vagina, berdarah saat hubungan seks, massa di vagina, nyeri saat hubungan seks dan keputihan. Pada tingkat lanjut, dapat terjadi penyebaran yang menyebabkan gangguan di perut, paru dan organ lainnya yang terdapat sebaran kanker.

Gejala umum lainnya: berat badan turun, nyeri panggul, nyeri tungkai, pembengkakan tungkai, perndarahan hebat dari vagina, dan patah tulang.

Faktor Penyebab

Ada sejumlah faktor risiko atau penyebab kanker serviks:

  • Wanita berusia > 40 tahun.
  • Hubungan seksual di usia dini
  • Multipartner
  • Melahirkan banyak anak (lebih dari 5 anak)
  • Keputihan yang tidak diobati.
  • Membersihkan genital dengan air yang tidak bersih.
  • Pemakaian pembalut wanita yang mengandung dioksin (bahan pemutih bahan daur ulang).
  • Daya tahan tubuh yang lemah, kurangnya vitamin C, E dan asam folat; dan
  • Kebiasaan merokok

Kanker Payudara (Ca Mammae)

Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara, dan paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, dengan kemungkinan yang jauh lebih kecil. Selain itu, kanker payudara (Carcinoma mammae) juga didefinisikan sebagai penyakit neoplasma ganas yang berasal dari parenkim payudara.

Gejala Klinis

Beberapa gejala klinis kanker payudara:

  • Benjolan tanpa nyeri pada payudara, yang membesar, yang akan menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.
  • Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam/mengkerut, berwarna merah muda atau kecoklatan, sampai bengkak hingga menyerupai kulit jeruk, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok akan membesar dan dapat menghancurkan seluruh payudara, berbau busuk, dan mudah berdarah.
  • Pendarahan pada puting susu.
  • Bila sudah menyebar ke tulang, akan muncul rasa sakit pada tulang, dan kadang menyebabkan patah tulang.
  • Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, dan dapat disertai bengkak pada lengan.
  • Keluarnya cairan abnormal dari puting susu secara spontan. Cairan yang keluar dapat berupa cairan kemerahan atau kecoklatan.
  • Dapat terjadi penyebaran ke seluruh tubuh.

Faktor Penyebab

Penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui. Tetapi terdapat beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi terjadinya kanker payudara,  diantaranya:

  • Faktor reproduksi. Karakteristik reproduksi yang berisiko adalah tidak pernah melahirkan (nuliparitas), haid pertama kali (menarche) pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua.
  • Penggunaan hormon estrogen. Terdapat peningkatan kasus kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement ataupun pengguna kontrasepsi oral dengan kandungan estrogen.
  • Penyakit fibrokistik. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.
  • Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.
  • Radiasi: Risiko kanker dan radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
  • Riwayat keluarga dan faktor genetik. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun.
  • Faktor Usia. Bertambahnya usia akan meningkatkan terjadinya kanker payudara. Sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun.

Kanker Indung Telur (Ovarium)

Kanker Indung Telur (Kanker Ovarium) adalah tumor ganas pada ovarium. Kanker ini sering ditemukan pada wanita yang berusia 50-70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya. Penyebaran melalui sistem getah bening bisa menyebar ke panggul dan perut; sedangkan melalui penyebaran pembuluh darah, bisa menyebar ke hati dan paru-paru. Penyebab kanker ini masih belum diketahui, tetapi efek perlindungan terhadap kanker ovarium ditemukan pada wanita yang memiliki banyak anak, dan wanita yang kehamilan pertamanya terjadi di usia dini.

Gejala Klinis

Beberapa gejala umum kanker ovarium adalah sebagai berikut:

  • Nyeri perut bagian bawah berulang.
  • Pembesaran ukuran perut.
  • Tidak nafsu makan dan merasa kekenyangan
  • Sering muntah dan buang air besar
  • Kembung terus-menerus
  • Pendarahan pada vagina
  • Penurunan berat badan
  • Cepat lelah dan sakit kepala

Faktor Penyebab

Kanker ovarium diperkirakan disebabkan atau diperbesar risiko terjadinya oleh:

  • Obat kesuburan
  • Pernah menderita kanker payudara
  • Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium
  • Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon, paru-paru, prostat dan rahim.

PENGOBATAN KANKER

Penerapan pengobatan kanker,  banyak tergantung pada stadium klinis  penyakit. Dan beberapa yang biasanya dilakukan adalah:

  1. Tindakan operatif

Tindakan operatif dapat dipertimbangkan, bila tumor masih dalam stadium awal. Bila sudah stadium lanjut, apalagi bila sudah ada penyebaran, maka tindakan operatif ini tidak disarankan.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker dengan cara diminum atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker.  Pemberian kemoterapi akan menyebabkan mual, muntah dan rambut rontok.

  1. Radiasi

Radiasi adalah proses penyinaran daerah yang terkena kanker dengan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker.  Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang,  kulit menghitam, dan Hb serta leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

Dan besarnya jumlah penderita kanker di Indonesia ini sebenarnya bisa dikurangi jika dapat membiasakan hidup sehat. Diantaranya dengan rajin berolahrga, makan buah dan sayuran, menghindari makanan berpengawet dan menjauhi alkohol serta rokok.

PANDANGAN ISLAM TERHADAP KESEHATAN

Islam merupakan agama universal yang memuat berbagai macam aturan atau petunjuk bagi kehidupan manusia. Dan tidak ada pemisahan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Bagi Islam seluruh aspek kehidupan kita adalah ibadah, yang tujuannya adalah selamat di dunia dan di akherat. Dan kita ingin mendapatkan keduanya, bukan salah satunya.

Dan kita mempunyai tauladan yang tidak pernah jadi kuno, yaitu Rasulullah SAW. Beliau adalah tauladan kita sebagaimana yang tertulis dalam Al Qur-an, yang artinya : “Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik bagimu …” (Al Ahzab:21). Begitupun dengan kesehatan, yang banyak sekali contoh yang Rasulullah berikan kepada kita.

Seperti kita ketahui kesehatan merupakan nikmat yang sangat berharga pemberian Allah SWT kepada hamba-hamban Nya, yang sayangnya banyak dilupakan oleh kebanyakan manusia, seperti ungkapan Rasulullah yang di riwayatkan oleh Bukhari, yang artinya, “Dua nikmat ,yang  banyak orang tidak menghargainya, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang.” Mudah-mudahan kita tidak termasuk didalamnya, atau setidak-tidaknya kita mulai bersyukur tentang nikmat sehat ini, dengan selalu menjaga kesehatan kita, dan memanfaatkan waktu sehat kita untuk beribadah pada Allah SWT.

Dalam permasalahan kanker ini, alangkah baiknya bila kita dapat mencegah atau bila terpaksa harus mengobatinya, kanker masih di stadium awal.

Dan ternyata, banyak kanker yang dapat dicegah dengan menghindari rokok,  memperbanyak makan buah dan sayur, mengurangi daging dan karbohidrat rantai jenuh, menjaga berat badan, olah raga, dan melakukan vaksinasi  dari berbagai macam penyakit infeksi.

Rokok sudah jelas banyak buruknya daripada baiknya, dan sangat jelas bertentangan dengan firman Allah dalam Al Qur-an, Surah Al-Baqarah, ayat 195 yang artinya, “Dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri kamu ke dalam bahaya kebinasaan”. Dan juga firman Allah dalam Surah al-A’raf ayat 157 yang artinya,  “ Dan ia menghalalkan bagi mereka segala benda yang baik dan mengharamkan kepada mereka segala benda yang buruk”. Karena sudah diketahui banyak kalangan, rokok lebih banyak keburukan, daripada kebaikannya.

Dalam hal makanan, surat Al-Baqarah, ayat 223, yang artinya: “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal, lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”, mengisyaratkan bahwa, walaupun halal, ternyata ada yang tidak baik buat segolongan orang. Misalkan saja, lemak. Lemak itu halal, tapi tidak baik bagi orang tua. Jadi tidak boleh dimakan, walaupun sebelumnya itu halal. Begitupun keterangan yang ada di surat Al A’raf ayat 31, yang artinya: “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan-lebihan.”

Dan bila kita sakit, kitapun dianjurkan berobat kepada ahlinya, sebagaimana yang Nabi Muhammad anjurkan, yang tertulis dalam satu hadits, yang artinya: Riwayat dari Abu Darda, Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya. Dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram.” (al-Hadits).

PENUTUP

Demikianlah secara singkat telah diterangkan 3 jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di Indonesia. Dan semoga tulisan ini dapat menjadi tambahan pengetahuan yang dapat merubah cara pandang dan perilaku kita dalam menghadapi penyakit, sesuai dengan nilai nilai Islam.

Wallahu ‘alam.

Kisah Dokter

Terlalu Banyak Yang Belum Dilakukan

Dewi Soebekti & Helvy Tiana Rosa

Dokter Kuspriyadi selalu merasa banyak sekali hal yang belum ia lakukan. Tahun 1996, ia memutuskan memilih Provinsi Maluku untuk tempat tugas pengabdiannya sebagai dokter. la berniat memperkenalkan sisi lain kehidupan kepada sang istri yang selama ini hidup berkecukupan.

Sesampai di Ambon, istrinya sudah menangis. Betapa berbeda tempat itu dari kota metropolis mereka. Dr. Kuspriyadi setia menghapus air mata sang istri. Sambil tersenyum, ia berkata, “Percayalah, Dik, akan banyak kebaikan yang kita temukan di tempat tugas kita nanti. Percayalah.” Namun, sampai di sana, air mata sang istri makin deras. Ya, desa tempat mereka tinggal ternyata benar-benar terpencil! Tak ada listrik, susah air, tak ada transportasi kecuali sepeda, itu pun sedikit sekali yang memilikinya.

Pulau Manipah, itulah nama pulau tempat Dr. Kuspriyadi bertugas selama bertahun-tahun. Sebuah pulau kecil yang harus ditempuh dengan 15 jam perjalanan dengan kapal biasa dari Ambon, atau lebih dari dua jam dengan speed boat dari kota yang sama. Pulau indah itu dapat terlihat tepinya ketika kita berada di tempat tertinggi pulau tersebut. Pasangan muda itu tinggal di sebuah desa bernama Tomalehu Barat yang pada kondisi air pasang harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 7 km dari tempat kapal berlabuh.

Penduduk desa itu kebanyakan petani cengkeh dan pala serta buruh tani. Sebagaimana masyarakat di daerah sangat terpencil lainnya, orang-orang di sana juga kurang memerhatikan masalah pendidikan. Berangkat dari keprihatinan ini, bersama dua orang temannya, Heri dan Jamhuri yang juga pendatang, Dokter Kuspriyadi mendirikan SLTA pertama di pulau ini. Masyarakat di sana membantu seadanya dan mereka bertiga banyak mengeluarkan dana pembangunan dan pengadaan sekolah dari kocek sendiri. Dokter muda itu kemudian menjadi kepala sekolah sekaligus pengajar beberapa mata pelajaran eksakta. Bagaimana dengan sang istri? la sudah tak lagi menangis. Tak mau kalah dengan sang suami, ia menunjukkan baktinya pada masyarakat dengan mendirikan dan menjadi pengajar Taman Pendidikan Al Quran untuk anak-anak.

Kondisi semua normal sampai terjadi kerusuhan Ambon. Di tengah desingan peluru dan ledakan mortir, Dr. Kuspriyadi membantu mengevakuasi korban kerusuhan Ambon. la mempertarunkan nyawa menolong korban kerusuhan dan para pengungsi. Pasca Tragedi Ambon, dokter yang juga aktivis Partai Keadua Bekasi ini aktif di Bulan Sabit Merah Indonesia. la menjadi relawan yang selalu siap dikirim ke daerah bencana seperti di Maumere (NTB), Aceh, dan lainnya. Dan sang istri? la menjadi perempuan yang tangguh. “Wak ada tes psikologi di tempat kerjanya. la mendapat nilai 100 ketangguhan,” cerita Dr. Kuspriyadi tertawa. Kisah-kisah tentang dokter yang satu ini memang menarik. Di sela-sela waktunya, Dr. Kuspriyadi ternyata masih sempat melayani hal-hal lain di luar persoalan medis. Misalnya, ada salah seorang tetangganya yang memiliki banyak buku namun jilidnya sudah lepas-lepas, agak rusak dan tidak disampul, maka tetangga tersebut membawa semua buku pada Tak Dokter’ untuk dirapikan. Dan, dokter kita ini dengan senang hati melakukannya. Sungguh, begitu banyak hal yang dilakukan dokter yang pernah menjadi pengurus Partai Keadilan DPW Maluku tersebut. Namun, seperti biasa, ia senantiasa sering beristighfar dan merasa terlalu banyak hal yang belum ia lakukan.

Apakah Saya Masih Perawan?

Apakah saya masih perawan?

Ini pertanyaan dari salah seorang mantan mahasiswa saya, yang sekali lagi saya tidak tahu namanya.

Dok, saya seorang wanita, usia 24 thn, belum menikah. Saya sering memasukkan jari ke dalam vagina untuk melampiaskan nafsu, sampai mengeluarkan cairan. Hal ini sudah saya lakukan lama sekali. Yang jadi pertanyaan saya adalah:

  1. Apakah selaput dara saya sudah robek, dan apakah saya masih perawan?
  2. Apakah kebiasaan ini akan mengganggu kehamilan?

Sebelum saya menjawab, mungkin ada baiknya kita bahas sedikit, apa itu selaput dara, atau dalam bahasa kedokterannya hymen. Selaput dara adalah selaput yang mengelilingi atau menutupi sebagian lubang vagina luar, dan merupakan bagian dari vulva, atau alat kelamin wanita bagian luar. Pada umumnya selaput dara bukanlah selaput utuh, tapi memiliki lubang dengan jumlah dan ukuran bervariasi. Sedangkan ukuran lubang yang dikelilingi selaput dara, akan membesar ukurannya, mengikuti peningkatan usia wanita.
ilustrasi
Jenis selaput dara berdasarkan bentuknya. Dari kiri ke kanan : Annular, Septate, Cibriform, Introitus.
Sumber: Kompas.com, 16 Juli 2008

Dalam budaya masyarakat kita,  selaput dara dianggap sebagai penanda keperawanan atau virginitas seorang wanita. Padahal dengan bervariasinya bentuk selaput dara, sangatlah sulit untuk memastikan seorang gadis atau wanita perawan atau tidak perawan, hanya dengan memeriksa selaput daranya. Selaput dara dapat robek yang disebabkan berbagai macam hal, mulai dari aktivitas fisik, tampon, atau dari hubungan seksual.

Jadi kalo ditanya, “Dok, apa saya masih perawan atau tidak?”, maka yang akan saya lakukan adalah akan memeriksa adalah memeriksa selaput daranya dan akan menuliskan sebagai utuh atau tidak selaput daranya. Tapi keperawanan yang sesungguhnya, yang tahu hanya dia sendiri.

Dan kebiasaan memasukkan jari ke dalam vagina dan cukup dalam, bisa saja merusak selaput dara. Tapi jika tangan masuk tidak terlalu dalam atau selaput daranya cukup elastis, bisa jadi selaput dara masih terlihat utuh.

Kemudian, keluar atau tidaknya darah setelah aktivitas seksual, sering dijadikan patokan robek atau tidaknya selaput dara. Padahal keluar atau tidaknya darah sangat tergantung vaskularisasi (peredaran darah) di selaput dara itu. Kalo cukup banyak, maka akan berdarah cukup banyak dan mudah tampak setelah aktivitas sexual. Tapi bila vaskularisasinya sedikit, mungkin saja akan berdarah minimal, dan akan hilang selama aktivitas sexual. Jadi akan nampak tidak ada darah.

Jadi jawaban untuk pertanyaan pertama, cukup jelas. Bahwa mungkin saja sudah robek, karena aktivitasnya cukup lama, yang biasanaya makin hari, seseorang yang sudah terbiasa melakukannya, cenderung akan melakukannya makin dalam, yang dikarenakan faktor keingintahuan.

Untuk pertanyaan kedua, “Apakah hal ini akan mengganggu kehamilan?”, bisa dibilang tidak, bila dilakukan dengan tangan yang bersih.

Ada penyakit yang kita sebut Pelvic inflammatory disease (PID) atau penyakit radang panggul, yang diakibatkan oleh infeksi di daerah panggul. Penyakit ini termasuk pada penyakit akibat hubungan seksual, walaupun bisa saja wanita mendapatkan penyakit ini, bukan dikarenakan hubungan seksual.

Jadi kalo tangan yang dimasukkan ke dalam vagina kotor, dan masuk cukup dalam, bukan tidak mungkin akan terjadi PID, yang akan berakibat kemandulan/infertilitas.

Semoga bermanfaat

Referensi:

  1. Kompas.com 16 Juli 2008
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Hymen
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Pelvic_inflammatory_disease

Hello world!

Setelah sempat tidak aktif, mulai hari ini Dokter Kita kembali aktif kembali.

Dari dulu, ingin sekali punya website atau blog untuk memuat tulisan saya tentang kesehatan. Tapi ya itu, antara keingingan dan kenyataan kadang beda jauh. Ingin sih nulis terus rutin, tapi kadang keluar malesnya. Sehingga website ini dulu sempat mati, karena lama tidak diurus. Selain munculnya kemalasan, juga didukung dengan lupanya bayar sewa domain dan hosting. Lengkaplah sudah, kedua hal tadi menyebabkan matinya website.

Dan sekarang, sekali lagi saya membangun dokterkita.org, dari awal sekali. Dan semoga saja website ini tidak mati lagi. Mohon doanya..

Dr. Kuspriyadi